Nikotin

Ketika seseorang menghirup asap rokok, nikotin disuling dari tembakau dan dibawa oleh partikel asap ke dalam paru-paru yang kemudian akan diserap dengan cepat ke dalam vena pulmonaris paru.

Selanjutnya, partkel nikotin memasuki sirkulasi arteri dan bergerak menuju otak. Nikotin akan dengan mudah mengalir ke jaringan otak, di mana partikel-partikel ini akan mengikat reseptor nAChRs, reseptor ionotropik (ligand-gated ion channel) yang terbuka untuk memungkinkan kation seperti sodium dan kalsium melewati membran dalam menanggapi lebih banyak pengikatan utusan kimia, seperti neurotransmitter.

Salah satu neurotransmiter ini adalah dopamin, yang dapat meningkatkan mood Anda dan mengaktifkan perasaan senang. Efek nikotin dalam tembakau inilah yang menjadi adalah alasan utama yang membuat tembakau dan rokok sangat adiktif.

Ketergantungan nikotin melibatkan perilaku serta faktor fisiologis. Perilaku dan isyarat yang mungkin terkait dengan merokok, meliputi:

  1. Waktu-waktu tertentu di satu hari, misalnya, merokok sambil ngopi dan sarapan, atau saat jam istirahat kerja
  2. Setelah makan
  3. Dibarengi minuman alcohol
  4. Tempat-tempat tertentu atau orang-orang tertentu
  5. Saat menelepon
  6. Di bawah tekanan, atau saat sedang merasa sedih
  7. Melihat orang lain merokok, atau mencium bau rokok
  8. Saat berkendara

Pada sebagian orang, merokok bisa dengan sangat cepat menyebabkan ketergantungan nikotin walaupun dikonsumsi hanya dalam jumlah kecil. Berikut adalah beberapa tanda dan gejala kecanduan nikotin:

  1. Tidak bisa berhenti merokok. Walaupun Anda telah mencoba beberapa kali untuk berhenti merokok.
  2. Anda mengalami “sakaw” saat berhenti merokok. Semua percobaan berhenti merokok yang telah Anda lakukan menimbulkan tanda dan gejala sakaw, baik fisik maupun perubahan mood, seperti ngidam yang amat parah, cemas dan gugup, mudah tersinggung atau marah, gelisah, sulit konsentrasi, merasa depresi, frustasi, kemarahan, peningkatan rasa lapar, insomnia, dan sembelit atau bahkan diare.
  3. Tetap merokok walaupun memiliki masalah kesehatan.Walaupun Anda telah terdiagnosis masalah kesehatan tertentu yang berkaitan dengan jantung atau paru, Anda tidak bisa dan/atau mampu untuk berhenti.
  4. Anda lebih mementingkan untuk bisa merokok daripada melakukan aktivitas sosial maupun rekreasional. Anda mungkin lebih memilih untuk tidak lagi mengunjungi satu restoran sama sekali karena peraturan larangan merokok dari restoran tersebut, atau lebih memilih untuk tidak bersosialisasi dengan orang-orang non-perokok karena Anda tidak bisa merokok dalam situasi atau di lokasi tertentu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *